Jangan Ajarkan Anak Sholat di Masjid

Jangan Ajarkan Anak Sholat di Masjid

Jangan Ajarkan Anak Sholat di Masjid – Mengajarkan anak sholat sejak dini merupakan tanggungjawab orangtua. Selain itu orangtua juga harus mengajarkan anak ilmu agama, Tauhid, meminta maaf, hidup sederhana, Al Fatihah, hidup susah, berhijab sejak dini maupun ajarkan anak membaca buku dan tulisannya sendiri, dan sebagainya. Namun, itu semua tak sesulit jika bapak ibu menginginkan anak yang rajin sholat di masjid. Kalau hal itu yang diinginkan, maka Jangan Ajarkan Anak Sholat di Masjid. Nah lho? Kenapa bisa demikian? Apakah ini ajaran sesat? Uppss, nanti dulu, simak penjelasan saya.

Beberapa tahun yang lalu ketika saya masih tinggal di Bogor, banyak teman saya yang menanyakan bagaimana cara mengajarkan pada anak agar rajin sholat ke masjid? Bagaimana ya, agak sulit memang menjelaskannya.

Jangankan sholat di masjid, sholat di rumah saja susahnya minta ampun. Padahal anak-anak ini sudah bisa dikatakan cukup umur untuk memahami sholat.

Trik yang saya lakukan ini tidak untuk mengajar anak sholat di masjid, tetapi bagaimana anak merasa senang melakukan sholat di rumah. Kenapa? Sebab jika kita sudah meyakini RUMAHKU SORGAKU maka jadikanlah kegiatan sholat di rumah itu sebagai sebuah “kebutuhan” dan bukan “kewajiban”.

Perhatikan Usia Anak dalam Mengajarkan Sholat di Masjid

Caranya? Hal pertama yang harus kita lakukan adalah memperhatikan usia anak. Jika anak masih berusia 1-6 tahun maka anak belum boleh dibebani tanggungjawab keimanan, termasuk sholat. Sholat hanya boleh disampaikan sebagai pengenalan beribadah saja. Artinya jika anak belum melaksanakan sesuai waktunya maka anak tidak boleh dihukum. Sholat hanya sebagai kegiatan ibadah untuk orangtuanya dan lakukan hal ini di depan anak-anak. Sanggup?

Nah, jika usia anak sudah menginjak 7-10 tahun maka bimbingannya mulai berbeda. Anak sudah bisa diberikan tanggungjawab sholat 5 waktu. Tidak diawal waktu tidak apa-apa yang penting anak sudah tahu bahwa sholat itu dilakukan dengan waktu yang berbeda dalam sehari. Kenalkan sholat itu ada 5 waktu sekaligus AJAKLAH anak sholat bersama.

Jadi kuncinya: AJAKLAH, bukan SURUHLAH. Beda ya bapak ibu antara menyuruh sholat dan mengajak sholat. Sangat beda. Menyuruh sholat itu memerintahkan anak sholat. Tetapi mengajak sholat itu adalah: MENGAJARKAN, MELAKSANAKAN dan MEMBERIKAN CONTOH (Keteladanan) pada anak. Jadi MENGAJAK sholat itu adalah belajar sambil melaksanakan sholat bersama antara orangtua dan anak sehari 5 waktu. Sanggup?

Tahap Lanjutan Agar Anak Suka Sholat di Masjid

Nah, jika bapak ibu sudah bisa melakukan tahap-tahap seperti yang saya lakukan, maka tahap berikutnya ajaklah perlahan anak untuk sholat bersama di masjid. Sekali lagi AJAKLAH, bukan MENYURUH anak sholat di masjid.

Pertama hanya mengajak anak sholat Dzuhur di masjid. Sesering mungkin. Selama perjalanan ke masjid ceritakan kisah-kisah Islami, kisah-kisah sahabat Rasulullah maupun kisah-kisah Rasulullah. Ajak ngobrol mengapa masjid itu dibangun. Mengapa umat Islam harus punya masjid. Apa manfaat masjid. Dan lain sebagainya yang berkaitan dengan masjid. Tentunya disesuaikan dengan usia anak.

Jika sholat Dzuhur sudah terbiasa, tingkatkan dengan mengajak sholat Ashar bersama di masjid. Ulangi lagi kegiatan seperti sebelumnya. Kemudian beranjak ke sholat Magrib, Isya dan terakhir yang paling berat adalah sholat Subuh.

Bukan anaknya yang malas bangun, tapi orangtuanya yang kadang banyak alasan untuk tidak mengajak anak sholat Subuh bersama di masjid.

Semoga bermanfaat.

Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

SHARE

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

TENTANG PENULIS

INFO LITERA

KELAS IMA ONLINE

×

Cart