Ajari Aku Islam dan Ilmu Pengetahuan

ajari aku islam pemeran

Ajari Aku Islam dan Ilmu Pengetahuan – Bagi sebagian remaja muslim di Indonesia, Ajari Aku Islam merupakan icon yang sudah melekat sebagai film. Atau sebagian besar remaja muslim mungkin sudah nonton full movie Ajari Aku Islam di Youtube. Ada juga yang melakukan download full movie HD dari site driver.Google.com, bahkan yang menonton langsung streaming film tersebut. Tentu saja, film ini masih bisa kalian tonton di Iflix sekaligus jika kalian ingin melihat siapa pemeran film ini. Tapi bukan tentang hal ini yang akan kami bahas. Namun hal lain tentang mengajarkan Islam melalui pendekatan Matematika. Pelajaran ini pasti istimewa untuk kalian para pembenci Matematika 🙂

Di Litera Institute ini kalian akan belajar Islam dengan pendekatan yang berbeda. Dari sisi Islam yang selama ini terabaikan. Perhatikan ayat ini:

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal“. (Al-Imran 3:190).

Bukankah dalam Al-Imran:190 itu sudah jelas dikatakan bahwa untuk memahami penciptaan langit dan , bergantinya siang dan malam, sangat jelas merupakan tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang berakal?

Terkandung makna bahwa setiap umat Islam, khususnya remaja muslim, harusnya menggunakan akal untuk memahami tanda-tanda tersebut. Untuk memahami tanda-tanda kebesaran Allah di alam ini, tentu kalian harus memahami ilmu lain. Katakanlah ilmu Matematika, Fisika atau Astronomi.

Peradaban Islam jaman Keemasan terdahulu dipenuhi oleh remaja-remaja berfikir, menggunakan akal mereka untuk memahami tanda-tanda kebesaran Allah tersebut. Maka tak heran jika di jaman Keemasan Islam itu ilmu pengetahuan sangat maju dan melahirkan ahli-ahli di bidang Matematika seperti diantaranya:

  • Al-Hajjaj bin Yusuf bin Mathar
  • Khalid bin Yazid
  • Muḥammad bin Mūsā al-Khawārizmī
  • Abdul Hamid bin Turki
  • Abu al-Hasan bin Ali al-Qalasadi
  • Abu Kamil Syuja bin Aslam
  • Al-Abbās bin Said al-Jauhari
  • Al-Kindi
  • Ja’far Muhammad bin Musa bin Syakir
  • Al-Hasan bin Musa bin Syakir
  • Al-Khawarizmi
  • Al-Mahani
  • Ahmad bin Yusuf
  • Al-Majriti
  • Muhammad bin Jabir al-Harrani al-Battani
  • Al-Farabi
  • Al-Khalili
  • Al-Nayrizi
  • Abu Ja’far al-Khazin
  • Ikhwan As-Shafa
  • Abu al-Hasan al-Uqlidisi
  • Al-Saghani
  • Abū Sahl al-Qūhī
  • Abu-Mahmud al-Khujandi
  • Abū al-Wafā’ al-Būzjānī
  • Ibnu Sahl
  • Al-Sijzi
  • Ibnh Yunus
  • Abu Nasr Mansur
  • Kushyar bin Labban
  • Al-Karaji

Di bidang Fisika lahirlah ilmuwan muslim, diantaranya:

  • Ja’far ash-Shadiq
  • Bin Musa
    Ja’far Muhammad bin Musa bin Syakir
    Ahmad bin Musa bin Syakir
    Al-Hasan bin Musa bin Syakir
  • Abbas bin Firnas
  • Al-Saghani
  • Abū Sahl al-Qūhī
  • Ibnu Sahl
  • Ibnu Yunus
  • Al-Karaji
  • Ibn al-Haytham
  • Abū Rayhān al-Bīrūnī
  • Ibnu Sina
  • Al-Khazini
  • Ibnu Bajjah
  • Hibatullah Abu al-Barakat al-Baghdadi
  • Ibnu Rusyd
  • Al-Jazari
  • Nasir al-Din Tusi
  • Qutb al-Din al-Shirazi
  • Kamāl al-Dīn al-Fārisī Ibnu asy-Syatir

Sumber: Wikipedia

Mereka sangat berperan di bidang keahliannya masing-masing. Itu hanya sebagian ahli Matematika dan Fisika di jaman Keemasan Islam dimana ilmu pengetahuan dijadikan landasan berfikir dan berakal. Serta peran Al Qur’an di dalam mengembangkan ilmu-ilmu tersebut.

Nah, pertanyaannya sekarang adalah: Apakah remaja Muslim kita memiliki semangat menggali Al Qur’an seperti di masa Keemasan Islam? Ada berapa juta para remaja penghafal Qur’an? Apakah mereka bisa dengan bekal hafal Qur’an tersebut memotivasi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang telah dihamparkan Allah di muka bumi ini sebagai Sunnah Allah (baca: hukum alam)?

Semakin kita memahami cara kerja Sunnah Allah atau Hukum Alam, maka semakin mudah kita memahami bagaimana Allah mengatur alam semesta ini. Karena sesungguhnya Sunnah Allah itu takkan pernah berubah.

Maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penggantian bagi sunnah Allah, dan sekali-kali tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi sunnah Allah itu” (QS Fatir 35:43)

Dan, ini yang terpenting, apa yang telah disampaikan Allah dalam Al Qur’an bisa kita jadikan motivasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Maka diharapkan dengan kehadiran Litera Institute ini, makna Ajari Aku Islam dapat diperluas menjadi lebih mendalam. Untuk menjadikan para remaja muslim memiliki motivasi yang tinggi belajar ilmu pengetahuan tanpa melepaskan Al Qur’an sebagai pedoman berfikir.

Insyaa Allah, Ajari Aku Islam menjadi icon yang semakin dicari dan diminati remaja muslin di Indonesia ini untuk tetap semangat mentadaburi Al Qur’an.

Seperti apa cara belajar Matematika yang didasarkan pada pola pikir Al Qur’an? Simak di sini ya sobat remaja 🙂

Nah, kalau kalian ingin melihat Triller film Ajari Aku Islam dengan pemeran Roger Danuarta dan Cut Meyriska, silahkan simak videonya dibawah ini:

SHARE

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

TENTANG PENULIS

INFO LITERA

KELAS IMA ONLINE

×

Cart